Bagi yang masuk ke blog ini melalui Search Engin dan tidak menemukan artikel yang di cari pada halaman ini maka dapat mencari pada arsip blog atau mengunakan fasilitas search yang ada di blog ini. terimakasih atas kunjungnnya.
bagi yang ingin bertanya sebaiknya langsng melalui YM apabila lagi online atau inggalkan coment di artikel yang bersangutan.

Promo : Transfer Pulsa Indosat (IM3/Mentari/StarOne) pulsa 100rb Harga 82rb (bisa untuk BB)

bagi yang berminat dapat hubungin YM : ivandriyandra atau sms ke no 085624060651. atau data update dapat liat di halaman ini http://indosat.yandra.web.id/
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

28 Februari 2009

apa yah judul'y....

Mungkin pada hari ini adalah hari yang menyebalkan. Tadi pagi pada saat conet internet seperti biasanya saya langsung liat ecampus untuk melihat daftar nilai saya, yang selama ini di tungu-tungu hampir 2 bln blm keluar juga eh ternyata tadi pagi sudah keluar tapi sayang baget saya dapet C ey... padahal saya yakin minimal dpt B karena ini dosen ga pernah masuk dan nilai-nilainya sudah 1 bln lebih blm ke luar juga. Menurut aturan akademik kan itu bisa dapt B atau bahkan A.
setelah itu saya pergi k kampus untuk kul tapi ternyata dosen'y juga di tunggu-tungu ga datang juga, yah semoga nasib matakul ini juga ga seperti yang semester kemaren. sebenernya saya dah mau serius kul tapi kok dosennya kaya gini ya...
tanpa buang waktu lagi ya sala pulang aja dech ke kos maksudnya mah mau nyiapin materi responsi untuk tar siang ato mw ngerjain laporan KP yang sampe sekarang belum juga selesai-selesai.
Yah dari pd bt sendirian di kos saya conek in aja dech kom dengan internet n buka YM. ga beberapa lama kemudian eh ad seseorang yg ol. Jujur saya kangen bgt ama dy coz dah beberapa hari ini ups mungkin dah 1 bln lebih saya ga pernah komunikasi sama dy. saya mw nyapa duluan takut gangu dy, ya udah saya biarin aja dulu. Eh ternyata dy nyapa juga ya saya senang sekali ternyata dy masih inget dengan saya.
kalo dari isi msg'y mah kaya'y dy emang lg seneng sich jauh berbeda dengan saya yang lagi pusing n bingung banget. oh setelah saya chating dengan dy ternyata dy akan dines di sebuah kota dan d kota itu ada seseorang yang dari dulu dy mau ketemuan. Yah pentes aja dy hari ini keliatan seneng. Ya semoga aja semua yang telah direncanakan akan dapat berjalan lancar dan tidah ada hambatan lagi.
Semoga aja dy selalu bahagia n kul'y juga segera cepat selesai. jauh berbeda banget dengan kondisi saya sekarang ya. Semua yang saya harapkan ga pernah cercapai n kul juga ga tau kpn bs selesainya. semoga aja dengan jalannya waktu ini dapat merubah semua keadaan ini.
Yah kok tatinya buka komputer mau nyusun materi untuk responsi ato ngerjain KP malah nulis ini sich. Yah udah lah gpp. KP'y ke pending lg dech. Mw k kmps dulu ahhhh.....
thanxx yg udah mw membaca.

30 Januari 2009

3th Chiyan

Tepat tiga tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 30 Januari 2006 pada saya mendapat sebuah sms yang isinya ucapan selamat ulang tahun dari sebuah nomor yang saya tidak kenal. Tepati pada malam itu saya tidak ulang tahun tetapi 7 hari sebelumnya emang saya ulang tahun. berhubung pada malam itu saya mangtuk banget ya jadi sms itu saya biarin saja. Tetapi pada pagi harinya saya penasaran pada pengirim sms ini karena nomornya tidak terdapat pada phonebook HP saya. Setelah saya sms balik tanya ini tuh siapa dan bertanya beberapa pertanyaan, ternyata sms yang tadi malam yang berisi ucapan selamat ulatah itu dimaksudkan bukan untuk saya tetapi untuk sebuah radio yang pada saat itu lagi ultah.
Dan semenjak itulah saya berteman dengan dy, dan sekarang tidak kerasa pertemanan ini sudah 3 tahun lamanya. Mungkin klo tidak ada sms yang masuk itu saya tidak adak pernah berteman saya dy dan keadaan saya juga tidah seperti saat ini. Selama 3th ini sudah banyak baget kenangan bersama dy yang saya alami. tentunya pengalaman yang tidak dapat saya lupakan sampai kapanpun. Klo boleh jujur saya tidak mau sampoe kehilangan dy.
Pada beberapa bulan kebelakang ini hubungan kita emang lagi banyak masalah di antara hubungan kita ini, dan beberapa hari kemaren ini mungkin puncaknya jadi saya juga tidak tau apakah hubungan pertemana ini masih bisa dilanjutkan atao hanya sampai di umur 3th saja.
Yah semoga saja ini hanyalah sebuah rintangan yang harus dihadapi untuk mencapai suatu kebahagiaan dan masih terdapat berbagai cerita-cerita yang lebih mengasikan lagi.
Bagai saya dy itu penyemangat hidup saya,
Karena dy saya bisa menulis semua ini.
Saya sangat berterimakasih kepada yang maha kuasa karena saya telah di perkenalkan sama dy. Tetapi saya tidak bisa membahagiakan dy sesuai dengan keinginannya.
Melalui tulisan ini saya meminta maaf kepada dy atsa semua kesalahan yang saya telah lakukan. Mungkin maaf saya ini sudah tidak dapat di terima lg karena saya sudah banyak berbuat salah kepada dy.

29 Januari 2009

cerpen

I
Rintik air hujan tak terasa telah membasahi kerudungku, habis apa lagi yang akan aku lakukan selain berhujan-hujan ria. Hari telah gelap dan adzan maghrib pun telah berkumandang."ah....bismillahirrahmaanirrahiim". aku langkahkan kakiku karena aku tidak mau kehilangan waktu shalat yang telah aku jaga. insya Allah
"Ade sini....!"
Aku memanggil seorang anak kecil yang menawarkan jasa payung.
"ade kalau ke depan berapa?"
"2000 rupiah teh"
"tolong antar teteh ya de!"
"mangga teh"
Meskipun telah dinaungi sebuah payung jasa namun tetap saja baju dan kerudungku telah basah. Ah.........biarlah asal aku tidak dimarahi oleh Allah-ku.
"ade masih sekolah?"
"ya!"
"kelas berapa?"
"kelas 2 SMP, teh"
"oh.........., ade sudah lama menawarkan payung seperti ini?"
"ya kira-2 sudah 4 tahunan lah teh"
"aduh sudah lama juga ya, disuruh sama mama atau keinginana sendiri?"
"ngga, saya bekerja seperti ini keinginann sendiri, ya...lumayan lah teh uangnya bisa saya tabungkan untuk nambah-nambah uang sekolah"
Pikiranku melayang, "aduh ya Allah sekecil ini telah berani menanggung beban kehidupan dunia padahal, aku saja yang sudah berumur 21 tahun masih merasa berat dengan beban kehidupan ini. Ya allah mudahkanlah rizki ade ini Rabb....."Pikiranku terus melayang memikirkan betapa polosnya pikiran anak ini.
"udah de sampai sini saja, terima kasih ya de, Assalamu'alaikum"
"ya teh, wa'alaikumsalam Wr. Wb"
lalu kulangkahkan kakiku menuju sebuah mobil ngkot yang biasa kutumpangi.
aduh pikiranku terus berdiskusi dengan hati. Aku memikirkan betapa cerdiknya dan betapa gigihnya anak tadi. demi menambah uang sekolah dia rela badannya kebasahan air hujan, beda dengan kehidupanku dulu. Hidupku penuh dengan kemewahan, apapun keinginanku selalu dituruti. Namun semua itu tak pernah aku gunakan sebaik-baiknya. aku hamburkan uang orangtuaku hanya untuk membeli sebuah baju atau celana jeans atau aku belikan dengan mainan-mainan dunia yang tak ada gunanya. Sekali saja keinginanku tidak dituruti, aku langsung kabur dari rumah hingga kedua orangtuaku mencari dengan kewalahan.
II
"Dengan pena yang tumpul ini, aku berusaha menggoreskan
segala perasaanku dan lewat lembaran-lembaran kertas ini aku berusaha berbagai rasaku pada semua orang. Aku harap semua orang tahu. Ku harap, kuharap dan kuharap semua itu.........."
hatiku bertanya, apa yang harus semua orang tahu ? dan apa harapan yang ada dalam hati sang penulis buku yang tengah aku baca ini ?. Pikiranku terus melayang dan terus bertanya-tanya ada apa gerangan dengan perasaan sang pengarang hingga semua orang harus tahu apa yang dirasakannya. Belum sempat pertanyaan itu ku jawab, tiba-tiba saja lamunanku buyar oleh temanku
"hayo bengong, mikirin apa sih ?? mau makan siang bareng nggak?"
" aduh ngagetin banget sih, emang ngga da cara yang lebih halus ya untuk ngajak orang"
"masa sih ngagetin, ya udah aku minta maaf ya cantik...., mau makan bareng nggak?"
" nggak ah..."
"tumben, biasanya kamu yang lebih semangat jika mendengar makan"
"hehe....." aku hanya tertawa kecil, tidak ada kata-kata lagi yang keluar dari mulutku hingga Nina meninggalkan aku sendiri diruang berAC ini.
ruangan itu kosong, hanya ada aku yang ditemani oleh buku yang masih kupegang. lalu tanpa ragu kubiarkan mata ini untuk menuju kepadanya untuk melihat kembali baris perbaris kalimat yang tertera di dalamnya. Entahlah aku sendiri merasa aneh, kenapa aku jadi senang membaca, padahal sebelum aku menikah, aku bukanlah manusia yang gemar membaca. Jangankan buku-buku pelajaran yang tebal, buku novel ataupun cerpen yang menurut orang lebih seru, aku pun enggan untuk membukanya. namun, setelah aku menikah, Andar, teman SMA ku dulu yang kini jadi suamiku selalu meberikan pemahaman bahwa dengan membaca kita akan melihat dunia meskipun kita belum pernah keliling dunia dan kita akan lebih peka terhadap perasaan orang lain.
"aku adalah seorang manusi yang merasa beruntung, bahkan mungkin yang paling beruntung dari kumpulanm orang-orang yang beruntung"
hatiku beryanya lagi, kok bisa ?. Akhirnya rasa penasaranku semakin menjadi-jadi.
"Lewat perantara sebuah pena, aku minta izin kepada semua orang yang membaca buku ini. izinkanlah aku untuk menceritakan apa yang membuat aku berpikiran bahwa aku adalah orang yang paling beruntung.
Aku adalah seorang anak yang terlahir dari sebuah keluarga sederhana. Dulu ayahku hanyalah seorang tukang becak yang berpenghasilan tidak menentu, tapi hanya untuk mendapatkan sesuap nasi untuk keluarganya, beliau tidak pernah mengeluh dan tidak pernah berputus asa. Hujan dan panas bukanlah hal yang dapat mengghalangi tugas mulianya sebagai seorang suami sekaligus seorang ayah yang harus menafkahi semua keluarganya. Beliau adalah sosok ayah yang aku banggakan, jika saja beliau masih hidup mungkin dia kan bahagia melihat aku seperti ini, tapi entahlah.....hanya Allah yang tahu.
Dari subuh usai melaksanakan shalat, beliau pergi membawa becaknya, berputar-putar mengelilingi tepian jalan dengan mengayuhkan roda becak yang dikendarainya. Mungkin jika Allah memberkahinya, ayah akan membawa uang yang banyak untuk keluarganya, namun tidak jarang ayah pun sering tidak membawa uang sepeser pun karena tidak ada penumpang yang mau naik becak ayah, apalagi sekarang jalanan telah dipenuhi oleh mobil-mobil angkot dan pekerjaan sebagai tukang becakpun akhirnya tersisihkan.
Akhirnya ayah beralih profesi menjadi seorang pedagang buah-buahan keliling. Pekerjaan itu pun tidak jauh beda dengan tukang becak karena beliau harus sabar menghadapi hari-hari yang dilaluli, jalan-jalan yang ditelusuri dan menunggu orang yang membeli daganganya. Tapi pekerjaan itu pun dirasakan belumlah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga, akhirnya ibu meminta izin untuk membantu ayah dalam mencari rizki dan Alhamdulillah ibu mengizinkannya.
Ibu bekerja sebagai pekerka serabutan dan Alhamdulillah meskipun penghasilannya tidak seberapa namun ibu menjalankannya dengan penuh semangat.
Suatu hari, ketika akan melaksanakan shalat malam, ayah terjatuh dikamar mandi dan akhirnya harus dirawat karena dokter menyatakan bahwa ayah mengalami penyakit stroke. Asatgfirullahaadzim.....ya Allah ampuni dosa ayahku"
Tak terasa air mataku melelh jatuh dari tempatnya melintasi pipiku dan tanpa sadar ruang kantorku telah penuh dengan orang-orang yang telah kembali dari istirahatnya.
"shof, kenapa?, kamu habis nangis ya?"
Nina temanku ternyata melihat butiran air mata yang telah terjatuh dari tempatnya.
"Ah...tidak apa-apa, aku cuman terharu membaca buku ini"
" Buku apa, kayanya seru deh sampai-sampai kamu rela tidak makan siang hany karena buku itu samapi nangis lagi"
"Aku dapat buku ini dari suamiku"
"oh...."
hanya kata oh yang menutup perbincanganku dengan Nina tanpa ada kata-kata lain yang keluar dari mulutnya.Nina pergi meninggalkanku menuju meja kerjanya, namun setelah kepergian Nina, pikiranku melayang-layang kembali. Sebenarnya orang yang bagaimana yang bisa disebut beruntung?. padahal aku berpikir bahwa akulah orang yang beruntung. Aku lahir dari keluarga kaya, kedua orangtuaku baik, segala kebutuhanku selalu dituruti dan sekarang akupun masih merasa beruntung karena aku telah menikah dengan seorang eksekutif muda, kaya, cakep, dan Insya Allah sholeh. Keuntungan apa lagi yang belum aku dapatkan?.
Dengan rasa penasaran yang masih menggantung, kusimpan dulu buku yang sedang aku baca karena waktu istirahat akan segera habis dan Asatagfirullah....aku teringat bahwa aku belum shalat dzuhur.
Aku beranjak dari kursiku, lalu kubiarkan kaki ini melangkah menuju musholla.
Bersambung...........

ditulis oleh : Irma widianingsih
SMS Gratis