Bagi yang masuk ke blog ini melalui Search Engin dan tidak menemukan artikel yang di cari pada halaman ini maka dapat mencari pada arsip blog atau mengunakan fasilitas search yang ada di blog ini. terimakasih atas kunjungnnya.
bagi yang ingin bertanya sebaiknya langsng melalui YM apabila lagi online atau inggalkan coment di artikel yang bersangutan.

Promo : Transfer Pulsa Indosat (IM3/Mentari/StarOne) pulsa 100rb Harga 82rb (bisa untuk BB)

bagi yang berminat dapat hubungin YM : ivandriyandra atau sms ke no 085624060651. atau data update dapat liat di halaman ini http://indosat.yandra.web.id/

27 September 2008

Ucapan yang Sopan Ladang Amal Shalih

"Tidaklah saya diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak yang mulia" (HR Muslim).

"UCAPAN ibarat dua sisi dari sebuah pisau. Dengan ucapan, seseorang bisa menjadi mulia dan dihargai. Dengan ucapan pula, ia bisa menjadi hina dan dibenci. Pendek kata, ucapan yang dikeluarkan seseorang akan menentukan nilainya di mata orang lain".

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang beriman kepada Allah, hendaklah ia berkata yang baik atau diam" (Muttafaaq'alaihi dari Abu Hurairah dan Abu Syuraih). Sebuah ungkapan hikmah menyatakan : "Keselamatan manusia terletak pada penjagaan terhadap lisannya."

Ucapan yang baik juga merupakan ciri hamba-hamba Allah yang shalih yang kelak akan mendapatkan martabat yang tinggi di surga.

Dalam Islam, ucapan yang baik bukan sekedar kata-kata, tapi juga merupakan sedekah yang bermanfaat untuk keharmonisan hidup bermasyarakat dan kemaslahatan di akhirat kelak. Sebab Rasulullah SAW bersabda : "Dan ucapan yang mulia itu adalah sedekah" (HR.Bukhari-Muslim). Hadits lain : "Kalian tidak dapat membahagiakan manusia dengan harta, akan tetapi mereka akan gembira dengan wajah kalian yang cerah dan tutur kata yang baik."

Artinya : “Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. [Al Baqarah-83]

Rasulullah SAW. bersabda : "Jagalah diri kamu dari siksa neraka walau hanya dengan memberikan sebutir kurma. Maka barangsiapa yang tidak mampu, hendaklah menggantinya dengan ucapan yang mulia." (HR.Bukhari - Muslim).

Asad bin Musa berkata, "Abu Ma'syar meriwayatkan kepada kami dari Muhammad bin Ka'ab, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda, "Orang pertama yang akan masuk adalah ahli surga'. Tiba-tiba Abdullah bin Salam masuk dan para sahabat pun serempak berdiri. Mereka lalu memberitahukan apa yang baru saja dikatakan oleh Rasulullah, kemudian mereka bertanya, 'Tolong beritahu kami, kira-kira amal perbuatan apa paling engkau yakini menjadi penyebabnya.' Sebenarnya amalku sangat lemah, tapi menurut keyakinanku, itu karena bersihnya hatiku dan karena aku tidak pernah menyakiti hati lawan bicaraku."

Artinya : “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. [Ali Imran 159].

Karena itu dalam menjalankan segala aktivitas, baik sebagai pemimpin atau da’i, juru da’wah, sikap ramah dengan perkataan sopan amatlah diperlukan. Sikap ini sangat penting dan bisa menunjukkan kecerdasan emosi seseorang. Seorang pemimpin atau da’i, juru da’wah yang tidak mampu bersikap ramah dan berbicara sopan hampir bisa dipastikan dia juga tidak akan mampu menarik minat orang untuk menuruti perintahnya secara ikhlas dan atau mendengar ceramahnya. Seorang yang biasa berbisnis demikian juga dituntut untuk mampu bersikap ramah dan berbicara sopan. Pendeknya sikap ini diperlukan dalam seluruh aktivitas kehidupan. Sehingga peribahasa mengatakan : "Banyak semut mati dalam gula dibanding mati dalam cuka."

Pada masa Rasulullah SAW ada seorang sahabat yang sedang berpuasa sunnah. Ketika Rasulullah SAW datang berkunjung kerumahnya, sang sahabat itu menyambutnya, lalu menyuguhkan makanan. Kebetulan Nabi SAW saat itu tengah tidak berpuasa. Tapi sebelum Baginda SAW menyantap hidangan itu, Rasulullah SAW sempat mendengar sahabatnya ini berkata kasar, marah-marah kepada pembantunya. Saat itu juga Nabi SAW pergi meninggalkan rumahnya. Sikap Rasulullah SAW ini sudah pasti membuat si Tuan rumah ingin tahu penyebabnya. Rasulullah SAW. menjawab : "Engkau tidak pantas berpuasa hari ini. Batalkan saja puasamu, karena puasamu hari ini tidak ada gunanya."

Pada bulan Ramadhan, ada seorang wanita memarahi pembantunya. Ketika hal itu diketahui Rasulullah SAW, beliau menyuruh orang untuk memanggilnya. Begitu datang, Nabi SAW menyodorkan makanan kepada wanita itu dan menyuruhnya makan. Wanita itu menolak dengan alasan puasa. Rasulullah SAW. berkata : "Mana mungkin engkau puasa seraya memarahi pembantumu. Puasa itu justru mencegah orang berbuat buruk. Alangkah banyaknya orang yang lapar, tapi betapa sedikitnya orang yang berpuasa."

Jabir RA menerangkan bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda : "Orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat denganku kedudukannya di surga adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang yang paling aku benci adalah orang-orang yang pongah, dan sombong (takabur)."

Dalam satu hadits Qudsi Allah SWT. berfirman : "Keagungan-Ku pakaian-Ku dan kesombongan adalah selendang-Ku. Barangsiapa yang menandingi Aku dalam kedua hal tersebut maka Aku akan membinasakannya". Kemudian Rasulullah SAW. bersabda : "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun seberat biji sawi ".

Ini membuktikan bahwa ucapan yang baik penting untuk dibudayakan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Ucapan yang baik juga harus dikedepankan dalam menyampaikan perintah, gagasan, pendapat, saran, menuntut hak, bermusyawarah bahkan dalam berdemonstrasi sekalipun.

Seorang penyair berkata : "Jagalah lisanmu wahai manusia. Jangan sampai menggigitmu karena ia ular berbisa. Banyak orang yang dikubur karena dibunuh lisannya. Ia menggigit bagaikan ular berbisa."

Umumnya manusia gemar sekali mengumbar lidahnya.Karena itu sebagai seorang mu’min yang senantiasa merasa diawasi Allah, kita wajib mengerti bahwa perkataan itu termasuk amalan yang kelak dihisab (diperhitungkan).Pena Allah tidak mengalpakan satu pun perkataan yang diucapkan manusia. Ia pasti mencatat dan memasukkannya ke dalam buku amal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SMS Gratis